Backrooms (2026) mengisahkan Clark, seorang pemilik toko furnitur yang hidupnya mulai berantakan setelah mengalami kegagalan dalam kehidupan pribadi dan pekerjaannya. Suatu hari, ketika sedang memeriksa area bawah tanah tokonya, ia menemukan sebuah celah aneh di balik dinding yang membawanya ke tempat yang tidak seharusnya ada—sebuah dimensi misterius yang dipenuhi lorong-lorong kosong, ruangan tanpa akhir, serta lampu neon yang terus berdengung tanpa henti.
Setelah memasuki tempat tersebut, Clark menyadari bahwa ia telah terjebak di dunia yang tidak mengikuti hukum ruang dan waktu. Setiap lorong yang ia lalui selalu mengarah ke ruangan baru yang tampak serupa, namun memiliki tata letak berbeda. Tidak ada jalan keluar, tidak ada petunjuk yang jelas, dan semakin jauh ia berjalan, semakin besar perasaan bahwa ada sesuatu yang terus mengawasinya dari balik kegelapan.
Ketika Clark menghilang tanpa jejak, terapisnya, Dr. Mary Kline, mulai menyelidiki keberadaannya. Penyelidikan tersebut membawanya pada rahasia mengerikan mengenai Backrooms, sebuah dimensi yang tampaknya telah ada selama bertahun-tahun dan menyimpan berbagai fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh logika. Semakin dalam Mary mencari Clark, semakin ia menyadari bahwa tempat itu bukan sekadar labirin tanpa ujung, melainkan ruang yang mampu memengaruhi ingatan, emosi, dan persepsi manusia terhadap kenyataan.
Di dalam Backrooms, batas antara kenyataan dan ilusi perlahan menghilang. Clark harus menghadapi berbagai ancaman yang muncul dari sudut-sudut lorong yang sunyi, sementara Mary berpacu dengan waktu untuk menemukannya sebelum dimensi tersebut menelan mereka selamanya. Setiap keputusan yang mereka ambil membawa mereka semakin dekat pada kebenaran yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar tersesat di tempat asing.
Disutradarai oleh Kane Parsons, yang sebelumnya dikenal lewat serial YouTube The Backrooms (Found Footage), film ini menghadirkan horor psikologis yang mengandalkan atmosfer mencekam, rasa kesepian, dan ketakutan terhadap ruang yang terasa asing namun sekaligus akrab. Alih-alih mengandalkan jump scare secara berlebihan, Backrooms membangun teror melalui suasana yang perlahan mengikis kewarasan para karakternya, menjadikannya salah satu film horor paling unik dan banyak dibicarakan pada tahun 2026.










