Trending

Review Story of Seasons – Grand Bazaar: Farming Santai dengan Pasar yang Bikin Ketagihan

Share This

Story of Seasons: Grand Bazaar merupakan salah satu game farming simulation yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan game bertani. Dibandingkan hanya berfokus pada menanam tanaman, merawat hewan, lalu menjual hasil panen melalui sistem penjualan biasa, game ini menjadikan sebuah bazaar mingguan sebagai pusat dari seluruh aktivitas pemain. Setiap pekerjaan yang dilakukan selama beberapa hari pada akhirnya memiliki satu tujuan, yaitu mempersiapkan barang terbaik untuk dijual ketika bazaar dibuka.

Game ini merupakan versi modern dari Harvest Moon: Grand Bazaar yang sebelumnya hadir di Nintendo DS. Namun, versi barunya tidak terasa seperti sekadar membawa kembali game lama dengan visual yang lebih bagus. Marvelous melakukan banyak perubahan pada gameplay, tampilan, sistem pertanian, eksplorasi, karakter, serta cara pemain berinteraksi dengan kota. Hasilnya adalah sebuah game yang masih mempertahankan jiwa klasik Story of Seasons, tetapi terasa jauh lebih modern ketika dimainkan di Nintendo Switch, Switch 2, maupun PC.

Cerita dimulai ketika pemain datang ke Zephyr Town, sebuah kota kecil yang dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan dengan bazaar yang ramai. Sayangnya, kejayaan tersebut perlahan menghilang dan kehidupan di kota menjadi jauh lebih sepi. Pemain kemudian diberikan kesempatan untuk mengembangkan sebuah lahan pertanian sekaligus membantu mengembalikan kejayaan bazaar.

Dari sinilah permainan mulai membangun rutinitasnya. Hari-hari biasa digunakan untuk mengurus perkebunan, merawat hewan, mencari bahan di sekitar kota, memancing, mengumpulkan sumber daya, serta berinteraksi dengan penduduk. Semua aktivitas tersebut terlihat sederhana, tetapi perlahan membentuk sebuah siklus yang cukup membuat ketagihan.

Yang membuat Grand Bazaar berbeda adalah bagaimana setiap aktivitas memiliki hubungan dengan aktivitas lainnya. Tanaman yang ditanam tidak hanya bisa langsung dijual. Hasil panen dapat diproses menggunakan windmill menjadi berbagai produk dengan nilai jual lebih tinggi. Susu dapat diolah menjadi keju, telur dapat diproses menjadi mayonnaise, sementara berbagai bahan lain dapat diubah menjadi produk yang lebih menguntungkan.

Windmill menjadi salah satu bagian terpenting dalam permainan. Ada beberapa windmill yang dapat dibuka seiring perkembangan permainan, dan masing-masing memberikan akses terhadap berbagai jenis produksi. Kecepatan angin juga memengaruhi proses tersebut. Ketika angin bertiup kencang, proses produksi dapat berlangsung lebih cepat sehingga pemain harus mulai memperhatikan kondisi cuaca ketika merencanakan aktivitas sehari-hari.

Konsep angin tersebut juga digunakan dalam sistem eksplorasi. Pemain memiliki glider yang memungkinkan karakter melayang mengikuti arah angin. Fitur ini membuat Zephyr Town terasa lebih menarik untuk dijelajahi karena pemain tidak hanya berjalan dari satu tempat ke tempat lain.

Pemain dapat melompat, menggunakan atap bangunan sebagai jalur alternatif, menemukan lokasi tersembunyi, dan memanfaatkan angin untuk mencapai area yang sulit dijangkau. Eksplorasi seperti ini memberikan sedikit sentuhan platforming yang tidak terlalu umum ditemukan dalam game farming simulator.

Tetapi pusat perhatian tetap berada pada bazaar.

Setiap hari Sabtu, seluruh hasil kerja selama satu minggu dapat dibawa ke bazaar untuk dijual. Di sinilah gameplay yang biasanya santai berubah menjadi sedikit lebih sibuk. Pemain harus menata barang di lapak, memperhatikan permintaan pelanggan, mengambil barang yang mereka inginkan, dan memastikan stok tetap tersedia.

Ada momen ketika beberapa pelanggan meminta barang tertentu. Pemain harus cepat merespons dengan menempatkan barang yang mereka cari di tempat yang sesuai. Jika berhasil memenuhi permintaan, transaksi dapat berlangsung lebih cepat dan pendapatan meningkat.

Pemain juga dapat menggunakan lonceng untuk menarik perhatian pengunjung. Semakin berkembang bazaar, semakin banyak pelanggan dan pedagang yang datang ke Zephyr Town. Bazaar yang awalnya terasa kecil perlahan berubah menjadi pusat aktivitas kota.

Perkembangan tersebut memberikan rasa pencapaian yang cukup memuaskan. Uang yang diperoleh dari bazaar dapat digunakan untuk membeli berbagai peningkatan, memperluas fasilitas, meningkatkan kapasitas penyimpanan, memperbaiki pertanian, dan membuka berbagai peluang baru.

Karena itu, Grand Bazaar terasa seperti sebuah game tentang perkembangan. Pemain tidak langsung mendapatkan pertanian besar dengan semua fasilitas lengkap. Semuanya dimulai dari sesuatu yang sederhana dan perlahan berkembang karena usaha yang dilakukan setiap hari.

Sistem pertanian sendiri masih mempertahankan formula klasik Story of Seasons. Pemain menanam benih, menyiram tanaman, menunggu pertumbuhan, kemudian memanen hasilnya. Namun, kontrol dan alat pertanian telah dibuat lebih nyaman sehingga pemain tidak harus melakukan terlalu banyak pekerjaan secara manual.

Beberapa alat dapat digunakan untuk mengerjakan beberapa petak sekaligus. Hal tersebut membuat aktivitas bertani terasa lebih cepat dibandingkan game-game lama. Meski demikian, stamina tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Setiap aktivitas menghabiskan energi. Menyiram tanaman, menghancurkan batu, menebang kayu, dan melakukan berbagai pekerjaan lainnya dapat membuat stamina cepat berkurang. Pemain dapat mengembalikan energi dengan makanan atau beristirahat, tetapi pada awal permainan keterbatasan stamina masih cukup terasa.

Justru keterbatasan tersebut membuat pemain harus merencanakan hari dengan baik. Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan sekaligus. Pemain harus menentukan apakah hari tersebut lebih baik digunakan untuk bertani, mencari bahan, memancing, mengurus hewan, atau mempersiapkan produk untuk bazaar.

Sistem penyimpanan juga menjadi salah satu bagian yang cukup menguji kesabaran. Kapasitas awal terasa terbatas, sementara berbagai item memiliki kualitas berbeda yang dapat menggunakan slot penyimpanan terpisah. Akibatnya, pemain harus cukup sering mengatur isi tas dan gudang, terutama pada tahap awal permainan.

Masalah tersebut semakin terasa ketika pemain mulai menghasilkan banyak produk. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu kebutuhan utama agar aktivitas pertanian dan produksi tidak terus terganggu.

Di luar pertanian dan bisnis, kehidupan sosial juga menjadi bagian penting. Zephyr Town memiliki berbagai karakter yang dapat diajak berbicara, diberikan hadiah, dan dikenal lebih jauh. Hubungan dengan penduduk berkembang secara bertahap dan membuka berbagai event serta percakapan tambahan.

Seperti game Story of Seasons lainnya, pemain juga dapat menemukan karakter yang dapat menjadi pasangan. Hubungan tersebut membuat kehidupan di kota terasa lebih personal karena pemain tidak hanya mengejar keuntungan dari pertanian, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat di sekitarnya.

Event musiman juga membuat rutinitas permainan tidak terlalu monoton. Festival tanaman, kompetisi hewan, kegiatan sosial, serta berbagai acara lainnya memberikan alasan bagi pemain untuk terus mengikuti kalender dalam game.

Sistem tersebut menjadi salah satu kekuatan Grand Bazaar. Ketika aktivitas pertanian mulai terasa repetitif, muncul sebuah event yang membuat pemain harus mengubah rutinitas. Ketika pemain mulai terlalu fokus pada produksi, bazaar kembali mengingatkan bahwa semua barang yang dikumpulkan sebenarnya memiliki tujuan.

Dari sisi visual, perubahan dibandingkan versi Nintendo DS sangat besar. Karakter dan lingkungan kini ditampilkan dalam bentuk 3D dengan gaya visual yang cerah dan penuh warna. Zephyr Town memiliki desain yang terasa seperti sebuah kota kecil dalam buku cerita, sementara karakter-karakternya dibuat lebih ekspresif.

Perubahan tersebut juga membuat setiap musim terasa lebih berbeda. Musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi memiliki suasana visual masing-masing sehingga dunia permainan tidak terasa monoton.

Pada Nintendo Switch 2, pengalaman visual dan performanya menjadi semakin menarik. Game berjalan lebih mulus ketika jumlah objek dan aktivitas di layar meningkat. Versi Switch 2 juga memberikan pengalaman yang lebih stabil dibandingkan versi Switch original ketika suasana permainan mulai ramai.

Musiknya juga memiliki peran penting dalam membangun suasana. Melodi yang ringan dan santai membuat permainan cocok dimainkan dalam waktu lama tanpa memberikan tekanan seperti game action atau RPG. Bahkan ketika pemain hanya melakukan pekerjaan rutin seperti menyiram tanaman atau berjalan mengelilingi kota, atmosfernya tetap terasa nyaman.

Namun, Grand Bazaar bukan game yang sempurna.

Sistem bazaar yang menjadi daya tarik utama sekaligus dapat menjadi sumber kejenuhan. Pada awalnya, menata barang dan melayani pelanggan terasa menyenangkan. Tetapi setelah melakukan aktivitas yang sama berkali-kali, pemain bisa mulai merasakan adanya repetisi.

Hal serupa terjadi pada aktivitas farming. Meskipun alat pertanian yang lebih baik membuat pekerjaan semakin cepat, pemain tetap harus menjalani siklus menanam, merawat, memanen, mengolah, dan menjual. Bagi pemain yang memang menyukai genre farming simulation, siklus tersebut justru menjadi bagian dari kesenangan. Namun bagi pemain yang membutuhkan variasi gameplay besar, repetisi dapat terasa cukup kuat.

Meski begitu, Grand Bazaar memiliki tujuan jangka panjang yang membuat rutinitas tersebut tetap memiliki arti. Pemain bukan hanya mengumpulkan uang tanpa tujuan. Setiap peningkatan bazaar, produk baru, fasilitas baru, dan perkembangan kota memberikan motivasi untuk terus bermain.

Inilah yang membuat Grand Bazaar terasa berbeda dari farming simulator yang hanya mengandalkan kebebasan pemain. Game ini memberikan arah yang cukup jelas tanpa terlalu membatasi pemain.

Pemain tetap bebas menentukan apa yang ingin dilakukan setiap hari, tetapi perkembangan bazaar menjadi tujuan besar yang terus berada di belakang semua aktivitas tersebut.

Bagi pemain yang pernah memainkan Harvest Moon atau Story of Seasons, Grand Bazaar akan terasa sangat familiar. Namun, pemain baru juga tidak membutuhkan pengalaman sebelumnya untuk menikmatinya. Sistemnya cukup mudah dipahami dan perkembangan gameplay berjalan secara bertahap.

Bahkan bagi pemain yang sebelumnya merasa farming simulator terlalu lambat, Grand Bazaar menawarkan tempo yang sedikit lebih aktif karena adanya target bazaar setiap minggu. Ada tekanan kecil untuk memastikan produk siap dijual pada hari Sabtu, tetapi tekanan tersebut tidak sampai membuat permainan kehilangan suasana santainya.

Secara keseluruhan, Story of Seasons: Grand Bazaar berhasil mempertahankan formula farming simulator klasik sekaligus memberikan identitas yang cukup kuat melalui sistem bazaar dan mekanik angin. Pemain tidak hanya bertani, tetapi juga menjadi pengelola bisnis kecil yang perlahan membantu sebuah kota kembali hidup.

Perjalanan dari petani dengan lahan sederhana hingga mampu menghasilkan produk bernilai tinggi dan mengubah bazaar kecil menjadi pusat perdagangan merupakan bagian yang membuat permainan ini terasa memuaskan. Setiap peningkatan membutuhkan waktu, tetapi justru proses tersebut yang membuat perkembangan karakter dan kota terasa berarti.

Grand Bazaar mungkin tidak menawarkan dunia sebesar beberapa game open-world modern, dan sebagian aktivitasnya dapat terasa repetitif setelah dimainkan dalam waktu lama. Namun, kekuatannya memang bukan pada skala dunia, melainkan pada rutinitas kecil yang perlahan membentuk kehidupan pemain.

Menanam satu tanaman, merawat seekor hewan, mengolah hasil panen menggunakan windmill, menjual produk di bazaar, membeli peningkatan, kemudian mengulangi semuanya dengan target yang lebih besar menjadi sebuah siklus yang sederhana tetapi sangat mudah membuat pemain terus bermain.

Bagi penggemar Story of Seasons, Harvest Moon, Stardew Valley, atau game farming simulator lainnya, Grand Bazaar merupakan salah satu game yang layak dicoba. Terutama bagi pemain yang menginginkan pengalaman santai tetapi tetap memiliki tujuan dan sistem perkembangan yang jelas.

Grand Bazaar pada akhirnya bukan tentang menjadi petani paling kaya dalam waktu singkat. Game ini lebih terasa seperti perjalanan membangun kehidupan baru, mengenal masyarakat, mengembangkan lahan, menghidupkan kembali sebuah kota, dan melihat hasil dari pekerjaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Share
Picture of Main Kita

Main Kita

Blog Author

Related Articles