Trending

ASUS ROG Strix SCAR 18 Laptop Gaming Monster dengan Layar Mini-LED 4K 240Hz

Share This

ASUS ROG Strix SCAR 18 merupakan salah satu laptop gaming yang dibuat tanpa banyak kompromi. Sejak pertama kali melihat perangkat ini, kesannya sudah sangat jelas: SCAR 18 bukan laptop yang dirancang untuk sekadar bermain game sesekali, tetapi sebuah mesin gaming yang berusaha mendekati pengalaman desktop PC dalam bentuk laptop.

Generasi 2026 membawa konfigurasi yang sangat agresif. ASUS memasangkan Intel Core Ultra 9 290HX Plus dengan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU 24 GB GDDR7, sementara layarnya menggunakan panel Mini-LED 18 inci beresolusi 3840 x 2400 dengan refresh rate 240Hz. Kombinasi tersebut membuat SCAR 18 berada di kelas flagship yang harganya juga tidak main-main.

Hal pertama yang paling menarik perhatian tentu adalah layarnya. ASUS menggunakan panel Mini-LED berukuran 18 inci dengan lebih dari 2.000 zona dimming dan refresh rate hingga 240Hz. Hasilnya adalah layar yang sangat terang, kontras tinggi, serta mampu menampilkan detail HDR dengan sangat baik. Untuk game dengan visual kompleks seperti Cyberpunk 2077, perbedaan kualitas pencahayaan dan kontras sangat terasa.

Yang menarik, ASUS juga membawa teknologi ROG Nebula ELMB pada layar generasi ini. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi motion blur ketika objek bergerak sangat cepat. Bagi pemain game kompetitif, fitur ini bisa memberikan keuntungan karena pergerakan karakter dan objek terlihat lebih jelas ketika layar menampilkan frame dengan kecepatan tinggi.

Namun, resolusi 3840 x 2400 juga menjadi pedang bermata dua. RTX 5090 Laptop memang sangat kuat, tetapi memainkan game AAA terbaru secara native pada resolusi tersebut dengan pengaturan maksimal tetap merupakan pekerjaan berat. Dalam pengujian Tom’s Hardware, beberapa game dapat berjalan sangat baik dengan bantuan DLSS, tetapi Cyberpunk 2077 pada ray tracing ultra masih dapat turun ke sekitar 21 FPS pada pengaturan 4K tersebut.

Di sinilah teknologi DLSS menjadi sangat penting. Dengan bantuan upscaling dan frame generation, performa yang sebelumnya tidak mencukupi dapat meningkat secara drastis. Dalam pengujian 007: First Light pada resolusi 3840 x 2400 dengan pengaturan maksimal, performa awal berada di sekitar 26–32 FPS, kemudian meningkat menjadi sekitar 70 FPS atau lebih setelah DLSS digunakan.

Untuk pekerjaan berat selain gaming, kombinasi Core Ultra 9 dan RTX 5090 juga sangat menarik. Laptop seperti ini mampu digunakan untuk video editing, rendering 3D, pengembangan game, hingga berbagai pekerjaan yang membutuhkan GPU dengan VRAM besar. RTX 5090 Laptop membawa 24 GB GDDR7 sehingga jauh lebih siap menghadapi workload berat dibanding laptop gaming kelas menengah.

Sistem pendinginnya juga menjadi salah satu alasan mengapa SCAR 18 mampu mempertahankan performanya. Dalam stress test Tom’s Hardware, RTX 5090 rata-rata berada di sekitar 64°C sementara CPU berada di sekitar 66°C, meskipun temperatur permukaan bagian bawah laptop dapat mencapai sekitar 108°F atau 42°C. Performa juga relatif stabil selama pengujian berulang.

Namun, kekuatan tersebut datang dengan konsekuensi yang sangat jelas: ukuran dan berat. SCAR 18 memiliki bobot sekitar 3,7 kg dan menggunakan adaptor daya 450 W pada konfigurasi yang diuji. Ini bukan laptop yang nyaman untuk dibawa setiap hari seperti ultrabook. Lebih tepat jika perangkat ini dianggap sebagai desktop replacement yang masih memiliki kemampuan untuk dipindahkan ketika diperlukan.

Dari sisi konektivitas, ASUS memberikan konfigurasi yang cukup lengkap. Tersedia Thunderbolt 5, beberapa USB-A, HDMI 2.1, Ethernet 2.5 Gbps, Wi-Fi 7, serta jack audio 3,5 mm. Untuk gamer yang menggunakan monitor eksternal, LAN kabel, mouse, keyboard, dan berbagai aksesori lain, SCAR 18 jauh lebih fleksibel dibanding laptop tipis.

Keyboard dan sistem pencahayaannya juga mempertahankan identitas ROG. RGB menjadi bagian besar dari desain SCAR, sementara fitur seperti AniMe scrolling marquee pada bagian belakang layar membuat laptop ini terlihat sangat berbeda dibanding notebook biasa. ASUS memang tidak berusaha membuat SCAR 18 terlihat minimalis. Laptop ini ingin terlihat seperti perangkat gaming kelas ekstrem.

Menariknya, kemampuan upgrade juga menjadi salah satu kelebihan SCAR 18. RAM dan penyimpanan relatif mudah diakses dibanding beberapa laptop premium yang komponennya semakin banyak disolder. Namun, konfigurasi tertentu perlu diperhatikan karena unit review Tom’s Hardware hanya menggunakan satu modul RAM 32 GB sehingga berjalan dalam single-channel. Untuk laptop seharga hampir US$5.000, keputusan tersebut cukup mengecewakan karena konfigurasi dual-channel dapat memberikan performa yang lebih baik pada beberapa workload.

Harga menjadi masalah terbesar. Konfigurasi RTX 5090 yang diuji Tom’s Hardware dibanderol sekitar US$4.999,99, sedangkan model RTX 5080 mulai sekitar US$4.299,99. Dengan harga seperti ini, pembeli bukan hanya membandingkan SCAR 18 dengan laptop gaming lain, tetapi juga mulai mempertimbangkan PC desktop dengan performa yang jauh lebih tinggi.

Baterainya juga bukan alasan utama membeli perangkat ini. Dengan baterai 90 Wh, pengujian Tom’s Hardware mendapatkan waktu penggunaan sedikit di bawah lima jam. Untuk laptop 18 inci dengan CPU dan GPU sekuat ini, hasil tersebut masih masuk akal, tetapi tetap menunjukkan bahwa SCAR 18 jauh lebih cocok digunakan sambil terhubung ke listrik.

Pada akhirnya, ASUS ROG Strix SCAR 18 adalah laptop yang sangat mudah dikagumi tetapi sulit direkomendasikan untuk semua orang. Performa RTX 5090, layar Mini-LED 240Hz, sistem pendingin besar, konektivitas lengkap, serta kemampuan upgrade membuatnya menjadi salah satu laptop gaming paling bertenaga yang bisa dibeli.

Masalahnya adalah harga dan ukurannya. Jika tujuan utama adalah mendapatkan laptop gaming yang dapat menggantikan desktop dan digunakan di meja hampir sepanjang waktu, SCAR 18 sangat menarik. Tetapi jika pengguna menginginkan laptop yang mudah dibawa, hemat baterai, dan memiliki harga yang lebih rasional, banyak pilihan lain yang jauh lebih masuk akal.

SCAR 18 pada akhirnya bukan laptop untuk mencari kompromi. Ini adalah laptop untuk pengguna yang menginginkan layar besar, GPU kelas tertinggi, performa maksimal, dan pengalaman gaming premium tanpa harus membangun desktop PC. Dan seperti kebanyakan produk flagship ekstrem, pengalaman tersebut memang luar biasa—tetapi harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Share
Picture of Main Kita

Main Kita

Blog Author

Related Articles