Trending

Review BLACKWOOD – Ketika John Wick Harus Mengurus Toko DVD

Share This

Apa jadinya jika sebuah game menggabungkan kehidupan pemilik toko DVD, seorang pembunuh bayaran, dunia kriminal New York tahun 2012, pertarungan brutal, dan manajemen bisnis dalam satu permainan? Itulah konsep yang ditawarkan BLACKWOOD, sebuah game action thriller third-person dari AttritoM7 Productions yang mencoba menghadirkan pengalaman yang cukup berbeda dari kebanyakan game action modern.

BLACKWOOD sudah dirilis di Steam pada 16 September 2026 dan saat ini tersedia dengan harga normal US$24,99. Game ini membawa pemain ke New York tahun 2012 dan mengikuti kehidupan Anton Blackwood, seorang pria yang pada siang hari menjalankan toko DVD kecil, tetapi ketika malam tiba berubah menjadi seorang contract killer yang berurusan dengan dunia kriminal.

Konsep tersebut sebenarnya menjadi daya tarik terbesar BLACKWOOD sejak pertama kali diperkenalkan. Di satu sisi, pemain mendapatkan game third-person shooter dengan aksi yang cukup brutal. Di sisi lain, terdapat kehidupan normal yang harus dijalani Anton sebagai pemilik toko DVD. Kontras antara kedua kehidupan tersebut menjadi fondasi utama permainan.

Pada siang hari, pemain dapat mengurus toko bernama Reeltime DVD. Toko tersebut bukan sekadar tempat yang digunakan sebagai latar belakang cerita, tetapi menjadi salah satu bagian gameplay. Pemain dapat mengatur stok DVD, menyusun inventaris, menentukan harga, membersihkan toko, melayani pelanggan, hingga melakukan kustomisasi terhadap tempat tersebut.

Konsep ini menarik karena memberikan jeda dari aksi brutal yang terjadi ketika malam tiba. Setelah menyelesaikan misi sebagai pembunuh bayaran, pemain dapat kembali ke toko, mengatur bisnis, berinteraksi dengan pelanggan, dan menjalani kehidupan yang terlihat jauh lebih normal.

Sayangnya, justru di sinilah salah satu masalah BLACKWOOD mulai terlihat.

Sistem pengelolaan toko yang seharusnya menjadi salah satu fitur unik ternyata terasa cukup sederhana. Beberapa pemain menganggap sistem tersebut terlalu ringan dan tidak memberikan banyak alasan bagi pemain untuk benar-benar terlibat secara mendalam dalam pengelolaan bisnis.

Secara konsep, toko DVD seharusnya bisa menjadi salah satu mekanik paling menarik dalam permainan. Bayangkan jika pendapatan toko benar-benar menentukan senjata yang dapat dibeli, informasi yang dapat diperoleh, tempat tinggal yang dapat ditingkatkan, atau bahkan membuka jalur cerita tertentu. Namun dalam kondisi peluncurannya, hubungan antara kedua kehidupan Anton terkadang terasa kurang kuat.

Inilah salah satu kritik terbesar terhadap BLACKWOOD: idenya terdengar lebih menarik daripada eksekusinya.

Ketika malam datang, permainan berubah menjadi third-person action game. Anton turun ke jalanan New York dan menjalankan kontrak pembunuhan. Di sinilah BLACKWOOD mencoba memberikan pengalaman yang terinspirasi oleh film-film action modern, terutama karakter seperti John Wick.

Gunplay menjadi salah satu elemen utama. Pemain dapat bergerak dengan cepat, melakukan dive, roll, slide, dan menembak musuh sambil bergerak. Pertarungan dirancang agar terlihat sinematik, tetapi tetap memberikan kontrol langsung kepada pemain.

Selain senjata api, BLACKWOOD juga memberikan perhatian besar terhadap pertarungan jarak dekat.

Salah satu mekanik yang paling sering ditonjolkan developer adalah contextual takedown. Anton dapat menghabisi musuh melalui berbagai gerakan yang bergantung pada posisi dan lingkungan. Pemain dapat menggunakan objek di sekitar untuk melakukan eksekusi dan menciptakan momen yang terasa seperti adegan film action.

Secara konsep, sistem ini memang sangat cocok dengan karakter Anton. Seorang pembunuh bayaran seharusnya terasa berbahaya baik ketika menggunakan pistol maupun ketika berada dalam jarak dekat.

Namun respons pemain terhadap combat BLACKWOOD cukup beragam.

Beberapa pemain menyukai gunplay dan takedown-nya, tetapi cukup banyak ulasan Steam mengeluhkan animasi, hitbox, respons kontrol, serta gerakan karakter yang terasa kurang halus. Ada pemain yang menggambarkan pertarungan sebagai terlalu kaku dan belum memiliki tingkat polish yang diharapkan dari sebuah game action yang menjadikan combat sebagai salah satu daya tarik utamanya.

Masalah tersebut menjadi semakin terasa karena BLACKWOOD memiliki presentasi yang sebenarnya cukup ambisius.

Game ini ingin terlihat sinematik. Cutscene, lingkungan, pencahayaan, karakter, dan animasi takedown dibuat untuk memberikan kesan sebuah film action interaktif. Namun ketika pemain mulai bergerak sendiri, beberapa bagian gameplay belum selalu memiliki tingkat kualitas yang sama dengan presentasinya.

Perbedaan tersebut membuat BLACKWOOD terasa seperti game yang memiliki potensi besar tetapi masih membutuhkan banyak penyempurnaan.

Salah satu contoh paling jelas adalah animasi karakter. Takedown memang terlihat cukup menarik, tetapi animasi pergerakan biasa dan beberapa interaksi dapat terasa kaku. Ada juga laporan mengenai karakter yang mengalami glitch, gerakan yang tidak natural, serta driving yang terasa kurang nyaman.

Masalah teknis juga menjadi salah satu alasan mengapa penerimaan BLACKWOOD di Steam cukup terpecah.

Beberapa pemain melaporkan stuttering, frame drop, jitter, dan masalah performa meskipun spesifikasi PC mereka seharusnya cukup untuk menjalankan game. Ada pula keluhan mengenai kontrol dan kurangnya opsi pengaturan tertentu untuk melakukan optimasi.

Menariknya, developer tampaknya cukup aktif merespons kritik tersebut. Patch terbaru yang diumumkan pada awal Oktober 2026 membawa berbagai perbaikan untuk combat, parkour, dan responsiveness, menunjukkan bahwa tim pengembang memang sedang menggunakan feedback komunitas untuk memperbaiki pengalaman bermain.

Hal ini menjadi penting karena BLACKWOOD menggunakan sistem perilisan yang cukup berbeda.

Game yang dibeli pemain saat ini sebenarnya baru memasuki Act 1. Act 2 dijadwalkan hadir pada Maret 2027, sedangkan Act 3 direncanakan hadir pada September 2027. Yang menarik, kedua bagian tersebut akan diberikan sebagai update gratis kepada pemilik game. Jadi pemain yang membeli BLACKWOOD sekarang tidak perlu membeli Act 2 atau Act 3 secara terpisah.

Model ini membuat BLACKWOOD terasa seperti sebuah proyek jangka panjang.

Namun di sisi lain, keputusan merilis game dengan cerita yang masih akan dilanjutkan tentu membuat pengalaman saat ini terasa belum sepenuhnya lengkap. Pemain membeli game dengan janji bahwa perjalanan Anton akan terus berkembang melalui update berikutnya.

Dari sisi cerita, BLACKWOOD mencoba menghadirkan kisah kriminal yang cukup serius. Anton bukan sekadar seorang pembunuh tanpa latar belakang. Masa lalu, moralitas, kehidupan sehari-hari, dan hubungan dengan berbagai karakter menjadi bagian dari cerita.

Setting New York tahun 2012 juga menjadi pilihan yang menarik.

Alih-alih menggunakan New York modern, BLACKWOOD mengambil periode ketika toko DVD masih masuk akal sebagai sebuah bisnis. Hal tersebut memberikan identitas tersendiri kepada dunia permainan. Poster, iklan, toko, kendaraan, dan berbagai detail lingkungan mencoba membawa pemain kembali ke periode tersebut.

Toko DVD bahkan menjadi simbol yang cukup bagus untuk kehidupan ganda Anton. Di siang hari, ia hanyalah pemilik bisnis kecil yang menjual film. Pada malam hari, ia masuk ke dunia kekerasan yang sama sekali berbeda.

Sayangnya, hubungan antara dua sisi kehidupan tersebut belum selalu terasa menyatu.

Inilah yang membuat BLACKWOOD menjadi game yang sangat menarik untuk dibicarakan. Hampir semua komponennya terdengar bagus ketika dijelaskan satu per satu. Third-person shooter? Menarik. Takedown brutal? Menarik. Toko DVD? Unik. New York 2012? Menarik. Kehidupan ganda? Menarik. Cerita kriminal? Potensial.

Tetapi ketika semua elemen tersebut digabungkan, kualitas eksekusinya belum selalu berada pada level yang sama.

Misalnya, sistem toko DVD memiliki potensi menjadi lebih dari sekadar aktivitas selingan. Pemain seharusnya dapat merasa bahwa toko tersebut benar-benar membantu kehidupan Anton sebagai pembunuh bayaran. Begitu pula dengan aktivitas malam hari yang seharusnya memberikan dampak terhadap kehidupan siang hari.

Jika kedua sistem tersebut benar-benar saling memengaruhi, BLACKWOOD bisa memiliki gameplay loop yang sangat unik.

Saat ini, hubungan tersebut masih terasa lebih seperti dua permainan yang ditempatkan berdampingan.

Meski demikian, bukan berarti BLACKWOOD tidak memiliki daya tarik.

Justru bagi pemain yang menyukai game action dengan konsep eksperimental, game ini cukup menarik untuk dicoba. Combat-nya memiliki momen yang menyenangkan, terutama ketika pemain berhasil menggabungkan gerakan, tembakan, dan takedown secara berurutan.

Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah pertempuran berlangsung seperti adegan film action. Anton bergerak dari satu musuh ke musuh lainnya, menggunakan senjata, melakukan takedown, kemudian kembali menggunakan pistol. Ketika semua animasi tersebut berjalan dengan baik, identitas BLACKWOOD sebagai game action sinematik benar-benar terasa.

Game ini juga memiliki atmosfer yang cukup kuat.

New York 2012 bukan hanya menjadi latar cerita, tetapi menjadi bagian dari identitas permainan. Toko DVD, dunia kriminal, kehidupan malam, dan lingkungan kota menciptakan suasana yang berbeda dari game assassin modern yang biasanya menggunakan kota fiksi atau setting yang lebih kontemporer.

Dari segi visual, BLACKWOOD juga cukup menarik. Beberapa pemain memuji grafis dan atmosfernya, meskipun kualitas animasi dan performa teknis masih menjadi persoalan.

Jadi persoalan terbesar BLACKWOOD sebenarnya bukan pada kurangnya ide.

Justru sebaliknya.

Game ini memiliki terlalu banyak ide menarik dan belum semuanya mendapatkan eksekusi yang cukup matang.

Hal tersebut terlihat jelas dari respons komunitas Steam. Saat ini BLACKWOOD berada pada kategori Mixed, dengan sekitar 53 persen ulasan pengguna yang positif dari lebih dari 1.300 ulasan. Angka tersebut menunjukkan bahwa ada cukup banyak pemain yang menikmati konsep dan gameplay-nya, tetapi jumlah pemain yang kecewa juga sangat besar.

Namun ada satu faktor yang membuat situasi ini sedikit berbeda dibandingkan game yang ditinggalkan developer setelah rilis.

BLACKWOOD masih mendapatkan update.

Patch terbaru menunjukkan bahwa developer sedang memperbaiki combat, parkour, responsiveness, dan berbagai masalah yang dilaporkan pemain. Dengan kata lain, pengalaman BLACKWOOD yang dimainkan sekarang belum tentu sama dengan pengalaman yang akan didapatkan beberapa bulan kemudian.

Karena itu, keputusan membeli BLACKWOOD saat ini sangat bergantung pada tipe pemain.

Jika kamu mencari game action yang sudah sangat polished seperti produksi AAA, BLACKWOOD mungkin belum menjadi pilihan terbaik. Masalah teknis, animasi, combat, dan beberapa sistem gameplay membuat game ini masih terasa kasar.

Tetapi jika kamu tertarik dengan konsepnya dan tidak keberatan dengan sedikit jank, BLACKWOOD menawarkan sesuatu yang cukup berbeda.

Kombinasi antara menjadi pemilik toko DVD di siang hari dan pembunuh bayaran di malam hari adalah konsep yang jarang ditemukan. Bahkan jika beberapa sistemnya masih sederhana, fondasinya cukup menarik untuk dikembangkan lebih jauh.

Yang paling membuat penasaran justru adalah apa yang akan dilakukan developer pada Act 2 dan Act 3.

Jika update berikutnya mampu memperbaiki combat, memperdalam toko DVD, memperkuat hubungan antara kehidupan Anton di siang dan malam hari, serta meningkatkan kualitas animasi dan performa, BLACKWOOD bisa berubah menjadi game yang jauh lebih baik daripada kondisinya saat ini.

Untuk sekarang, BLACKWOOD terasa seperti sebuah game dengan ide yang sangat bagus tetapi membutuhkan lebih banyak polish. Ia memiliki atmosfer, konsep karakter, setting, combat, dan sistem kehidupan ganda yang membuatnya berbeda dari game action lainnya. Namun sejumlah masalah teknis dan desain membuat pengalaman bermainnya belum selalu sekuat konsep yang ditawarkan.

BLACKWOOD bukan game yang mudah direkomendasikan kepada semua orang saat ini. Tetapi bagi pemain yang tertarik dengan perpaduan antara third-person shooter, kehidupan kriminal, dan simulasi toko DVD, game ini memiliki sesuatu yang cukup unik untuk ditawarkan.

Dan mungkin justru itu yang membuat BLACKWOOD menarik untuk diikuti. Bukan karena game ini sudah sempurna, tetapi karena terlihat jelas bahwa masih ada fondasi yang bisa dikembangkan. Dengan Act 2 dan Act 3 yang masih berada di depan, serta developer yang aktif memperbaiki masalah berdasarkan feedback pemain, BLACKWOOD masih memiliki kesempatan untuk berubah dari game yang “menarik di atas kertas” menjadi pengalaman yang benar-benar solid.

Share
Picture of Main Kita

Main Kita

Blog Author

Related Articles