Ada banyak game open-world yang menawarkan kendaraan cepat, dunia luas, eksplorasi, pertarungan, atau sekadar kehidupan santai. Namun Into the Wind mencoba menggabungkan semuanya melalui sebuah konsep yang terdengar sederhana sekaligus sangat aneh: bagaimana jika kendaraan utama kita adalah sepeda motor yang bisa berubah menjadi pesawat dan memiliki kesadaran sendiri?
Dikembangkan oleh studio indie Bloom & Gloom Games dan diterbitkan oleh Three Friends, Into the Wind membawa pemain ke Santa Rosa, sebuah kepulauan fiktif dengan nuansa Mediterania dan atmosfer seperti kartu pos Italia. Dunia tersebut menjadi tempat berlangsungnya kehidupan baru sang protagonis setelah ia mengambil alih bisnis pengiriman milik pamannya yang menghilang secara misterius.
Yang membuat konsepnya semakin menarik adalah kendaraan bernama Ermes. Ermes bukan sekadar alat transportasi biasa. Ia merupakan kombinasi antara sepeda motor dan pesawat yang memungkinkan pemain berkendara di jalanan, kemudian terbang menjelajahi langit Santa Rosa. Perpindahan antara perjalanan darat dan udara inilah yang menjadi salah satu identitas utama Into the Wind.
Dari presentasi gameplay yang sudah diperlihatkan, aktivitas utama pemain berpusat pada pekerjaan sebagai kurir. Pemain menerima berbagai macam kontrak pengiriman, mengambil barang, menentukan rute, kemudian mengantarkannya ke tujuan. Kedengarannya seperti pekerjaan sederhana, tetapi sistem transportasi dan fisika membuat setiap pengiriman memiliki tantangannya sendiri.
Barang yang dibawa bukan sekadar benda yang ditempelkan di kendaraan. Berat dan jenis kargo dapat memengaruhi perjalanan. Pengiriman tertentu harus ditangani dengan hati-hati, sementara barang yang lebih berat dapat membuat kendaraan terasa berbeda ketika melewati tanjakan maupun ketika mencoba terbang. Bahan bakar juga menjadi bagian dari perhitungan perjalanan.
Di sinilah Into the Wind terasa menarik. Permainan tidak hanya meminta pemain mengikuti garis dari titik A ke titik B. Pemain perlu mempertimbangkan kondisi jalan, jalan pintas, cuaca, angin, bahan bakar, serta bagaimana membawa barang sampai ke tujuan tanpa merusaknya.
Konsep ini mengingatkan pada beberapa game delivery seperti Death Stranding, tetapi Into the Wind mengambil pendekatan yang jauh lebih ringan dan fantastis. Jika Death Stranding membuat aktivitas pengiriman terasa berat, serius, dan penuh perjuangan, Into the Wind justru membungkusnya dalam dunia yang penuh warna dengan sepeda motor-pesawat yang bisa berbicara dan bajak laut udara yang siap mengganggu perjalanan.
Santa Rosa sendiri menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Kepulauan ini dirancang dengan nuansa nostalgia Italia, lengkap dengan desa kecil, jalan pesisir, kafe, pemandangan laut, serta rute yang dapat dijelajahi menggunakan kendaraan darat maupun udara. Developer menggambarkannya sebagai dunia yang terinspirasi oleh kepulauan Adriatik dan memiliki nuansa seperti kartu pos vintage.
Secara visual, Into the Wind adalah salah satu game yang langsung mencuri perhatian. Gaya artistiknya memiliki nuansa animasi Jepang dan Studio Ghibli, tetapi tidak terlihat seperti mencoba menjadi salinan langsung dari film tertentu. Warna-warna cerah, desain karakter yang sederhana, lanskap yang luas, dan suasana pedesaan membuat dunia Santa Rosa terasa seperti tempat yang memang ingin kita jelajahi.
Kesan tersebut juga membuat permainan delivery terasa lebih menyenangkan. Perjalanan menuju sebuah desa tidak hanya menjadi waktu tunggu sebelum misi selesai, tetapi menjadi bagian dari pengalaman. Pemain dapat memilih untuk menggunakan jalan raya, mengambil jalan pintas, atau naik ke udara dan mencari rute yang berbeda.
Namun perjalanan udara bukan berarti pemain bebas begitu saja dari bahaya.
Santa Rosa juga dihuni oleh para sky pirates. Mereka menjadi salah satu sumber konflik dalam permainan dan dapat menghadirkan pertempuran di udara. Artinya, kendaraan yang awalnya digunakan untuk mengantarkan paket juga dapat berubah menjadi kendaraan tempur.
Konsep tersebut memberikan variasi yang cukup besar. Pada satu saat pemain mungkin sedang berusaha mengantarkan sebuah paket dengan hati-hati melewati jalan berbatu. Beberapa saat kemudian pemain sudah berada di udara dan harus menghadapi bajak laut yang mencoba mengganggu perjalanan.
Selain mengembangkan kemampuan Ermes, pemain juga dapat meningkatkan bisnis pengiriman yang diwarisi dari sang paman. Uang dan sumber daya yang diperoleh dari pekerjaan dapat digunakan untuk melakukan upgrade kendaraan sehingga pemain mampu mengambil kontrak yang semakin sulit.
Sistem perkembangan seperti ini berpotensi menjadi salah satu bagian paling penting dalam permainan. Pengiriman sederhana di awal dapat menjadi sarana untuk mendapatkan uang, kemudian uang tersebut digunakan untuk meningkatkan kendaraan, membuka kemampuan baru, dan memungkinkan pemain mengambil pekerjaan yang lebih kompleks.
Into the Wind juga tidak hanya berfokus pada kendaraan. Pemain dapat menyesuaikan karakter, melakukan kustomisasi terhadap Ermes, serta menghias rumah dan markas kru. Dekorasi bahkan memiliki fungsi dalam perkembangan permainan karena benda-benda yang dibawa kembali ke markas dapat memberikan bonus tertentu tergantung bagaimana dan di mana benda tersebut ditempatkan.
Elemen sosial juga menjadi bagian dari pengalaman. Pemain dapat mengenal penduduk Santa Rosa dan membangun hubungan dengan anggota kru. Jadi, kegiatan pengiriman bukan hanya mekanisme untuk mendapatkan uang, tetapi juga cara untuk mengenal dunia dan karakter yang berada di dalamnya.
Kemudian ada misteri utama yang menjadi alasan cerita permainan berjalan.
Paman protagonis bernama Umberto menghilang ketika sedang menyelidiki sebuah awan misterius di langit Santa Rosa. Pemain secara perlahan akan menemukan informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan Umberto melalui perjalanan, pekerjaan, hubungan dengan penduduk, dan eksplorasi pulau-pulau tersebut.
Struktur seperti ini membuat Into the Wind memiliki dua sisi yang cukup berbeda. Di satu sisi, permainan menawarkan pengalaman santai berupa mengantar barang, menjelajahi pulau, menghias rumah, dan berteman dengan penduduk. Di sisi lain, terdapat misteri mengenai hilangnya sang paman dan ancaman yang datang dari langit.
Perpaduan tersebut justru menjadi salah satu daya tarik terbesar Into the Wind. Game ini tidak terlihat ingin menjadi simulator pengiriman yang serius, tetapi juga tidak menjadikan delivery sekadar aktivitas sampingan. Pengiriman merupakan inti gameplay yang menghubungkan hampir seluruh sistem permainan.
Hal yang paling menarik dari Into the Wind mungkin justru bagaimana game ini mencoba membuat aktivitas yang biasanya dianggap membosankan menjadi sebuah petualangan.
Mengantar paket dapat berarti memperhitungkan berat barang. Terbang berarti mempertimbangkan bahan bakar dan kondisi udara. Berkendara berarti menghadapi medan dan jalan yang berbeda. Memilih kontrak berarti mempertimbangkan risiko dan imbalannya. Setelah mendapatkan uang, pemain dapat mengembangkan kendaraan dan bisnisnya.
Dengan demikian, loop permainannya cukup jelas: menerima pekerjaan, merencanakan perjalanan, mengirim barang, mendapatkan sumber daya, meningkatkan Ermes, kemudian mengambil pekerjaan yang lebih menantang.
Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan karena game ini belum mencapai versi final. Into the Wind masih berada dalam tahap pengembangan dan developer sendiri menjelaskan bahwa versi Early Access nantinya akan berisi sebagian besar mekanik inti serta cukup banyak konten cerita, tetapi cerita utama belum dapat diselesaikan pada tahap tersebut. Sistem tertentu juga masih direncanakan untuk diperdalam berdasarkan masukan pemain.
Artinya, apa yang terlihat sekarang belum bisa dijadikan gambaran mutlak mengenai kualitas versi 1.0.
Hal lain yang juga masih menjadi pertanyaan adalah seberapa lama gameplay delivery tetap terasa menarik setelah puluhan jam. Konsep pengiriman terlihat menyenangkan ketika dipadukan dengan eksplorasi dan kendaraan yang unik, tetapi keberhasilan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada variasi kontrak, perkembangan kendaraan, desain dunia, misi sampingan, serta bagaimana developer menghindari pengulangan aktivitas.
Begitu juga dengan pertempuran udara. Sky pirates terlihat menjadi tambahan menarik, tetapi keseimbangan antara delivery, eksplorasi, dan combat akan menentukan apakah semuanya terasa sebagai bagian dari satu permainan yang utuh atau justru seperti beberapa genre yang ditempelkan bersama.
Untungnya, Into the Wind memiliki satu elemen yang dapat menyatukan semuanya: Ermes.
Kendaraan ini bukan hanya alat untuk berpindah tempat. Ia menjadi pusat gameplay, perkembangan karakter, eksplorasi, pengiriman, bahkan pertempuran. Karena itu, kualitas handling Ermes akan sangat menentukan pengalaman keseluruhan. Developer sendiri menjelaskan bahwa mereka ingin kendaraan tersebut terasa mudah dipelajari tetapi tetap memiliki ruang untuk keterampilan pemain, dengan perpaduan antara fisika dan kontrol arcade.
Untuk sebuah game indie yang dikembangkan oleh tim kecil, konsep Into the Wind memang cukup ambisius. Developer menyebut timnya terdiri dari sekitar 10 orang, sementara gamenya sendiri memiliki dunia terbuka dan banyak sistem yang harus berjalan bersamaan.
Namun justru karena itulah status Early Access menjadi penting. Game seperti ini membutuhkan feedback pemain untuk mengetahui sistem mana yang benar-benar menyenangkan dan mana yang masih perlu dikembangkan.
Saat ini Into the Wind sudah tersedia untuk wishlist di Steam, sementara tanggal rilis resminya masih belum diumumkan. Developer juga sedang membuka kesempatan playtest sehingga pemain yang tertarik dapat mengikuti perkembangan game sebelum versi finalnya tersedia.
Secara keseluruhan, Into the Wind menawarkan salah satu konsep open-world indie yang cukup unik untuk diperhatikan. Game ini menggabungkan delivery adventure, eksplorasi, kendaraan, simulasi ringan, kehidupan sosial, kustomisasi, upgrade, dan aerial combat ke dalam sebuah dunia yang terasa seperti perpaduan antara petualangan animasi dan simulator kurir.
Yang membuatnya semakin menarik bukan hanya visual bergaya Ghibli, tetapi gagasan bahwa perjalanan itu sendiri merupakan bagian utama dari permainan. Paket yang harus dikirim, bahan bakar yang harus diperhitungkan, kondisi cuaca, jalan yang harus dipilih, bajak laut yang mungkin muncul di udara, hingga misteri hilangnya Umberto semuanya dirancang untuk membuat perjalanan dari satu tempat ke tempat lain terasa seperti sebuah petualangan.
Jika versi Early Access mampu mempertahankan variasi misi dan membuat sistem transportasinya tetap menyenangkan dalam jangka panjang, Into the Wind berpotensi menjadi game yang sangat cocok bagi pemain yang menyukai open-world dengan tempo lebih santai, tetapi tetap menginginkan eksplorasi dan aksi.
Untuk saat ini, Into the Wind masih lebih tepat dipandang sebagai game yang sangat menjanjikan daripada game yang sudah bisa dinilai sebagai produk final. Konsepnya sudah kuat, identitas visualnya jelas, dan mekanik delivery yang dipadukan dengan motor-pesawat memberikan alasan yang cukup kuat untuk memasukkannya ke wishlist. Tinggal menunggu bagaimana Bloom & Gloom Games mengembangkan Santa Rosa dan Ermes sampai game ini benar-benar siap membawa pemain terbang ke versi 1.0.










